Tim JRBM Nonstop Bantu Pencarian Korban

SATUBMR,LOLAYAN – Proses pembukaan akses jalur evakuasi untuk para korban tambang maut Bakan terpantau terus dilakukan sejak dua hari terakhir. Tim Basarnas menyerahkan sepenuhnya pengerahan alat kepada PT J Resources Bolaang Mongondow.

Pantauan di lokasi, sejak Sabtu siang hingga Minggu (3/3/2019), dua alat Eskavator dikerahkan untuk membongkar goa tambang yang amblas pekan lalu. Secara bergantian, operator JRBM berusaha membuka jalur dengan system cutting.

“Kami mengalami kendala, karena area yang berbahaya, cukup tinggi sekitar lima puluh meter. Mudah-mudahan kami bisa lebih maksimal dan savety dalam membantu rekan-rekan di dalam goa tersebut,” ujar Delfin Lantu, Senior Supervisor PT JRBM saat di lokasi.

Baca Juga:   Penambang Ini Nekat "Gantung Diri" di Tambang Bakan

Awalnya pihak JRBM menggunakan alat eskavator seberat 20 ton, namun ketika mendekati mulut goa, tim mengalami kendala bebatuan keras. Tak lama kemudian, alat eskavator 20 ton diturunkan.

Baca Juga:   Dituding Proyek "Abal-Abal" ini Kata Sangadi Abak

Proses pembukaan akses ini turut disaksikan keluarga dan beberapa Sangadi (Kepala Desa) di areal tambang.

Direktur Operasional Basarnas, Brigjen TNI Mar. Budi mengatakan, setelah 7 hari proses pencarian. Tim akan mengevaluasi, apakah akan dilanjutkan atau tidak. Semua tergantung situasi.

“Untuk alat berat, kami minta bantuan PT JRBM, jika mereka nyatakan terus, ya seperti itu. Karena, mereka yang memiliki alat,” tukas Brigjend Budi di Posko puncak Busa Bakan.

Editor: Supardi Bado

Close