NasionalTerkini

Siapa Sih Pembeli Lukisan SBY Seharga Rp6,5 Miliar? Ini Profil Lengkap Low Tuck Kwong

×

Siapa Sih Pembeli Lukisan SBY Seharga Rp6,5 Miliar? Ini Profil Lengkap Low Tuck Kwong

Sebarkan artikel ini
Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyerahakan lukisan secara simbolis kepada perwakilan Low Tuck Kwong, Alexander Ery Wibowo, Rabu, (18/2/2026).

JAKARTA, SATUBMR.COM– Nama Low Tuck Kwong kembali menjadi sorotan publik usai memenangkan lelang lukisan karya Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), bertajuk “Kuat Laksana Kuda Api”.

Lukisan tersebut terjual seharga Rp6,5 miliar dalam acara lelang di Djakarta Theatre, Jakarta Pusat, Rabu (18/2/2026).

Namun, pembelian itu bukan sekadar soal koleksi seni. Seluruh hasil lelang disebut akan dialokasikan untuk kegiatan filantropi dan bantuan sosial bagi masyarakat prasejahtera.

Termasuk warga keturunan Tionghoa dan korban bencana alam. Low Tuck Kwong lahir di Singapura pada 17 April 1948.

Ia memulai kariernya di perusahaan konstruksi milik sang ayah. Namun, melihat keterbatasan peluang di negaranya, pada 1972, di usia 24 tahun, ia memutuskan merantau ke Indonesia.

Keputusan tersebut menjadi titik balik dalam hidupnya. Berbekal pengalaman di bidang konstruksi, Low membangun bisnis infrastruktur sebelum akhirnya merambah sektor pertambangan.

Ia kemudian menetap dan menjadi Warga Negara Indonesia (WNI). Nama Low tak bisa dipisahkan dari PT Bayan Resources Tbk (BYAN).

Pada akhir 1990-an, ia mengakuisisi PT Gunungbayan Pratamacoal, yang kemudian berkembang pesat menjadi salah satu produsen batu bara berorientasi ekspor terbesar di Indonesia.

Keberhasilan Bayan Resources melantai di Bursa Efek Indonesia pada 2008 semakin mengukuhkan posisinya di industri energi.

Dari sinilah ia mendapat julukan “King of Coal” atau Raja Batu Bara Indonesia.

Tak berhenti di batu bara, Low juga melakukan diversifikasi bisnis. Ia mengendalikan Metis Energy yang berbasis di Singapura dan bergerak di bidang energi terbarukan.

Selain itu, ia memiliki kepentingan di Samindo Resources, The Farrer Park Company.

Serta SEAX Global yang mengembangkan sistem kabel bawah laut guna meningkatkan konektivitas internet antara Singapura, Malaysia, dan Indonesia.

Berdasarkan data Real Time Net Worth Forbes per 19 Februari 2026, kekayaan Low Tuck Kwong mencapai sekitar US$20,4 miliar atau setara Rp344,78 triliun (kurs Rp16.901 per satu dolar AS).

Angka tersebut menempatkannya sebagai orang terkaya keempat di Indonesia dan peringkat ke-116 dunia.***