SATUBMR,MANADO– Nuansa kekeluargaan menyelimuti Kelurahan Istiqlal, Kecamatan Wenang, Kota Manado, pada Minggu (22/3/2026). Tradisi Iwadh yang telah mengakar di tengah masyarakat kembali digelar dengan penuh khidmat, menghadirkan kehangatan dalam balutan budaya lokal.
Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus, tampak hadir bersama Wakil Gubernur serta Wali Kota Manado. Kehadiran para pimpinan daerah ini bukan sekadar simbolis, melainkan menjadi bagian dari kebersamaan yang terjalin erat dengan warga.
Kegiatan dimulai dari kediaman Keluarga Ali Karama Syawie di Lingkungan 2. Dari titik tersebut, rangkaian tradisi Iwadh berlangsung dengan pola kunjungan antar rumah warga—sebuah kebiasaan turun-temurun yang terus dilestarikan hingga kini.
Dalam pandangan Gubernur Yulius, Iwadh memiliki makna yang jauh melampaui kegiatan seremoni. Tradisi ini dinilai sebagai ruang untuk memperkuat hubungan sosial sekaligus menjaga nilai-nilai budaya yang menjadi identitas masyarakat Sulawesi Utara.
“Iwadh bukan hanya aktivitas berkunjung. Ini adalah cara kita menjaga silaturahmi, mempererat kebersamaan, dan merawat warisan budaya yang telah diwariskan dari generasi ke generasi,” ujarnya.
Pelaksanaan Iwadh tahun ini kembali menegaskan pentingnya tradisi sebagai perekat sosial, sekaligus menjadi momentum bagi masyarakat dan pemerintah untuk terus berjalan bersama dalam menjaga harmoni kehidupan bermasyarakat.












