Tangahu: JBRM Jangan Takuti Rakyat Dengan Polisi

SATUBMR,LOLAYAN– Rencana PT J Resources Bolaang Mongondow (JRBM) melakukan pemboran di seputar lokasi Busa Desa Bakan Kecamatan Lolayan Kabupaten Bolaang Mongondow dengan mengosongkan aktifitas pertambangan rakyat, menuai kecaman.

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Bolaang Mongondow, Febrianto Tangahu mengatakan, tidak masalah jika perusahaan melakukan penertiban tapi tidak dengan menggunakan aparat kepolisian dengan cara menangkap masyarakat.

Menurutnya, jika dengan kehadiran pihak Kepolisian kemudian membuat masyarakat penambang takut dan berlarian, akan berakibat fatal jika dilihat posisi lokasi yang curam.

“Jika masyarakat lari kemudian tergelincir jatuh ke jurang, siapa yang bertanggung jawab,” kata Anto mempertanyakan, Selasa (12/11/2019).

Baca Juga:   Jangkau Jenazah di Kedalaman, Alat Ini Diturunkan JRBM

Menurutnya, ada langkah-langkah yang lebih manusiawi. “Jangan selalu menggunakan aparat Kepolisian untuk melakukan penertiban,” tukasnya.

JRBM Akui Miliki Bukti Kepemilikan Lokasi Busa

Terpisah, Ferry Siahaan selaku External Relation JRBM mengatakan, pengosongan lokasi karena ada kegiatan Drilling (pengeboran), dikhawatir ada longsor atau batu yang jatuh sampai kena masyarakat. Pihaknya juga belum tahu lubang di bawah kondisinya seperti apa.

Saat ditanya mengenai kepemilikan lokasi Busa, Siahaan menjawab bahwa benar itu milik PT JRBM dan ada bukti pembayaran serta surat-surat tanah yang saat ini ada di kantor Jakarta.

Baca Juga:   Polres Bolmong Bakar Tenda Rendaman PETI Bakan

“Semua bukti pembayaran ada di Head Office Jakarta,” kata Ferry saat dihubungi.

Namun saat disinggung siapa yang harus bertanggung jawab atas meninggalnya puluhan penambang di lokasi tersebut beberapa bulan lalu, dirinya enggan menjawab.

Disisi lain, Sangadi Desa Bakan Hasanudin Mokodompit mengatakan, tidak mengetahui pasti pemilik lahan tersebut karena saat terjadi jual beli dirinya belum menjabat sebagai kepala desa.

“Ya kalau itu memang milik JRBM tunjukan kemasyarakat buktinya,” ujar Sangadi.

Jhay Yambat

Close