Soal Komputer SMP 4, Rukmi Simbala: Kepsek tak Terlibat

SATUBMR, KOTAMOBAGU – Pengadaan 50 unit komputer untuk Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di SMPN 4 Kotamobagu dengan total harga 200 juta ditanggung oleh orang tua wali murid.

Hal ini terungkap saat beberapa orang tua mengeluhkan biaya 600 ribu per murid. Menurut koordinator orang tua wali murid, mereka terbebani dengan anggaran tersebut, apalagi tidak semua orang tua memiliki kemampuan lebih.

“Kami diundang rapat oleh Komite membahas kekurangan komputer sekolah, anehnya, dalam pertemuan tersebut kami diharuskan membayar sejumlah uang. Ini modus berkedok sukarela,” tukas orang tua wali yang enggan namanya disebut.

Baca Juga:   TB-NK Menang Telak di Kotamobagu Timur

Sementera itu, Ketua Paguyuban Ibantong SMPN 4 Kotamobagu, Sutarman Mokoginta saat dihubungi mengatakan, forum kemarin mempertanyakan bantuan dari dinas sampai penggunaan dana BOS, tapi pihak sekolah menyatakan belum cukup.

“Saya sebagai orang tua siswa melihat ini suatu kebutuhan anak-anak, saya ikhlas memberikan sesuai kemampuan. Kesepakatan sesuai keikhlasan orang tua. Jika ada orang tua yang tidak mampu, sesuai kemampuan saja,” tukasnya.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Kotamobagu, Dra Rukmi Simbala MAP, saat saat dikonfirmasi mengatakan, komputer tersebut komite yang beli dan diserahkan ke sekolah. Menurut Kadis, masalah tersebut urusan komite kelas 9 dan Kepsek tidak terlibat.

Baca Juga:   Dandim 1303 Bolmong Tekankan Jaga Netralitas TNI

“Mohon maaf, itu urusan komite dengan orang tua, Kepsek tidak terlibat. Tolong hubungi ketua komite dan ketua paguyuban kelas 9,” tukas Rukmi Simbala, Senin (12/8/2019).

Kekurangan peralatan UNBK ini mendapat soratan dari warga. Harusnya, Pemkot Kotamobagu melihat ini sebagai kebutuhan dasar pendidikan dan menjadi kewajiban pemerintah untuk menganggarkannya. Apalagi, 20 persen anggaran pendidikan di APBD KK mencukupi kebutuhan tersebut.

Tim

Close