Sembilan Nyawa Melayang, Tambang Bakan Tetap Jadi Magnet

SATUBMR,BOLMONG, – Dalam setahun, tercatat 9 orang dinyatakan tewas dan 6 orang luka-luka, akibat tertimbun material di pertambangan emas tanpa ijin (PETI) Desa Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara.

Meski sering memakan korban dan dilarang karena berbahaya, lokasi ini tetap menjadi magnet bagi warga mengais rejeki. Bukan karena apa, tapi karena kandungan emasnya yang melimpah.

Tak heran, ribuan warga setempat dan BMR menggantungkan hidupnya di sini. Bahkan, beberapa warga Bakan, kini menjadi ‘raja emas’ dan mengubah kehidupan mereka menjadi lebih baik.

Baca Juga:   Sukamulia Banjir Dukungan Maju di DPRD Kotamobagu

Informasi yang rangkum dari berbagai sumber, lokasi PETI bakan bisa menghasilkan 5 -10 Kilo Gram emas per triwulan. Tambang tersebut dikerjakan oleh para pengusaha lokal dan menggaet warga.

Kandungan emas di PETI Bakan, merupakan rangkaian dari tambang emas yang kini dikelola oleh PT J Resouces Bolaang Mongondow (JRBM), anak usaha dari PT JResources Asia Pasifik Tbk (PSAB).

Baca Juga:   Ini Nama-nama Warga Tanoyan Selatan yang Terjebak di Tambang Bakan

Kandungan emas utama berada di areal milik JRBM. Diketahui, JRBM memegang izin Kontrak Karya dengan luas lahan 700 ha dari Pemerintah Pusat dan telah mengidentifikasi deposit cadangan mineral sebanyak 837.843 oz atau sekitar 23.752 Kilo Gram emas. (sumber merdeka.com)

Tambang Bakan sudah mulai produksi di Desember tahun 2013 dengan masa kontrak karya sampai tahun 2034. Sebelum JRBM, daerah ini pernah dikuasai oleh PT Avocet.

 

Jhay Yambat

 

Close