Satu Korban Masih Bertahan Hidup, Tim JRBM Pasang Oksigen

SATUBMR,LOLAYAN– Luar biasa, Tedy Mokodompit Warga Desa Pontodon Timur yang terjebak di dalam lubang tambang emas yang ambrol di Lokasi pertambangan tampa izin (PETI) Desa Bakan, hingga hari kedua ini, masih bertahan hidup.

Upaya penyelamatan korban terus dilakukan oleh tim gabungan dari Team ERT Bogani PT. JRBM, Basarnas, Paramedic, TNI, Polri dan masyarakat. Kondisi kaki korban terjepit dimaterial sehingga sulit dikeluarkan.

Proses evakuasi ini diawali dengan pemasangan sirkulasi udara dengan menggunakan blower, pemasangan skorsing batuan, pemasangan oxigen pada korban, tindakan medic, dan selanjutnya proses evakuasi.

Baca Juga:   Ando: Yasti Tidak Akan Menzolimi Rakyatnya

“Target waktu 2 jam untuk evakuasi korban,” kata Coach Fadly juga sebagai PIC ERT BOGANI PT J recource Bolaang Mongondow, Kamis (28/02/2019) Pukul 01.00 Wita.

lanjut Coach Fadly yang didampingi Koordinator lapangan BASARNAS Moh Arifin mengatakan, tim berani mengambil tindakan ini karena telah mendapatkan persetujuan dari ayah korban berupa surat persetujuan yang sudah ditandatangani.

Baca Juga:   Berantas DBD, Polsek Lolayan Lakukan Ini

“kami akan berusaha semaksimal mungkin,” ujar Caoch Fadly.

Sementara itu ayah korban, Rudy Mokodompit mengatakan, untuk proses evakuasi dirinya telah menyerahkan sepenuhnya pada TIM RESCUE tentang segala teknik evakuasi.

“Mudah-mudahan anak saya dan semua korban masih bisa diselamatkan,” ungkap Rudy.

sementara itu, Ary Podomi sebagai ER External Telation yang memasang oxigen kepada korban mengatakan, meski sudah ada sirkulasi udara namun khusus korban harus dipasangkan oxigen mengingat kondisi korban yang sudah lemah.

Jhay Yambat

Close