Rhamdani: Chandra Wafat, Kami Merasa Kehilangan

SATUBMR,JAKARTA – Ketua Komite I Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia, Benny Rhamdani, mengaku merasa kehilangan dengan meninggalnya Chandra Modeong.

Menurut Rhamdani, Chandra selama ini sudah dianggap sebagai adik sendiri. “Secara pribadi dan Partai Hanura, kami merasa kehilangan,” ujar Ketua DPP Hanura ini.

“Di masa-masa sulit dan penuh perjuangan sejak melawan kekuasaan Orde Baru, Dia lama tinggal dengan Saya. Dia seorang pekerja keras, mau belajar dan terdidik sebagai aktifis yang berani melawan segala pentuk penindasan,” tukas Benny Rhamdani, Rabu 7 Agustus 2019.

Baca Juga:   Pemkab Boltim Gelar Konsultasi Publik RKPD Tahun 2020

Politisi asal Sulut ini menambahkan, selain untuk keluarga, dia tergolong aktifis muda yang lebih banyak menghabiskan waktunya untuk kepentingan organisasi, Partai dan Rakyat.

“Insa Allah Almarhum husnul khotimah,” ujar Rhamdani yang juga turut mengantarkan jenazah Almarhum Chandra Modeong ke Bandara.

Sejak mahasiswa, Chandra memang sangat dekat dengan BRANI, sapaan akrab Benny Rhamdani. Mereka pernah terlibat dalam aksi warga Doloduo dan Ibolian menuntut ganti rugi lahan transmigrasi di DPRD Sulut waktu itu.

Baca Juga:   Rusdi: UNBK Bukan Beban, Tapi Jadikan Motivasi

Chandra Modeong meninggal Rabu (7/8/2019) pagi di Rumah Sakit Ibu dan Anak Bunda Jakarta. Menurut Amalia Landjar yang saat itu sedang bersamanya mengatakan, Almarhum mengeluh sakit di bagian belakang. Pukul 5 subuh, Almarhum meminta dibawa ke RS. Dua jam kemudian, almarhum menghembuskan nafas terakhir.

Supardi Bado

Close