KOTAMOBAGU, SATUBMR.COM – Akses warga Kelurahan Biga kini semakin aman dan nyaman setelah Polres Kotamobagu meresmikan Jembatan MOTABI, Rabu (04/03/2026).
Jembatan sepanjang 9 meter dengan lebar 1,20 meter itu menjadi solusi nyata bagi anak-anak sekolah dan masyarakat yang setiap hari melintas untuk beribadah maupun beraktivitas.
Peresmian yang berlangsung khidmat tersebut dipimpin langsung Kapolres Kotamobagu, Irwanto.
Program MOTABI merupakan inovasi yang digagasnya sebagai wujud komitmen menghadirkan Polri yang benar-benar hadir, peduli, dan menjadi penolong di tengah masyarakat.
Sebelumnya, Polres Kotamobagu telah melaksanakan sejumlah program sosial seperti bedah rumah bagi warga kurang mampu.
Kehadiran Jembatan MOTABI melanjutkan rangkaian aksi nyata tersebut, dengan fokus pada pembangunan fasilitas yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat.
Jembatan ini dibangun sebagai akses vital, terutama bagi anak-anak yang setiap hari menempuh perjalanan menuju sekolah.
Selain itu, masyarakat yang hendak beribadah maupun menjalankan aktivitas ekonomi kini tidak lagi dihantui rasa khawatir saat melintas.
Pembangunan dilakukan dengan semangat gotong royong, melibatkan personel kepolisian bersama warga setempat.
Dalam sambutannya, Kapolres menegaskan bahwa menjadi polisi bukan sekadar menjalankan tugas penegakan hukum, tetapi juga memastikan kehadiran institusi Polri dirasakan secara langsung manfaatnya oleh masyarakat.
“Totalitas dalam pengabdian berarti siap hadir di setiap denyut kehidupan warga. MOTABI bukan hanya program, tetapi gerakan hati untuk terus memberi dan melayani,” ujarnya.
Peresmian turut dihadiri anggota DPRD Kota Kotamobagu Ahmad Sabir SE, Lurah Biga Resty Afriany Damopolii S.Hut, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta warga yang menyambut penuh antusias dan rasa syukur.
Kehadiran berbagai unsur tersebut mencerminkan sinergi yang harmonis antara kepolisian dan masyarakat dalam membangun daerah.
Kini, Jembatan MOTABI tidak hanya berdiri sebagai penghubung dua sisi wilayah, tetapi juga menjadi simbol kedekatan antara Polri dan masyarakat.
Di atas konstruksi sederhana itu, mengalir nilai kebersamaan, kepedulian, dan harapan, menegaskan bahwa polisi hadir bukan hanya sebagai penegak hukum, melainkan pelindung dan pengayom yang bekerja dengan sepenuh hati.***











