Fatayat NU Kotamobagu Minta Stop Sebar Video ‘Goroho’

SATUBMR,KOTAMOBAGU- Terkait viralnya kasus video “Pisang Goroho” yang beredar di masyarakat, Fatayat NU Kotamobagu, meminta untuk tidak lagi menyebarkan video ini dan menjadikannya bahan guyonan di medsos.

Hal tersebut disampaikan Kabid Perlindungan Perempuan dan Perlindungan Khusus Anak dan Pemenuhan Hak Anak, Citra Dewi Ololah S.Sos, juga Ketua Fatayat Kotamobagu.

Dia juga meminta media agar tidak menjadikan kasus ini sebagai bahan pemberitaan yang menyudutkan korban dan dapat menimbulkan trauma.

“Untuk teman-teman media, kami sangat berharap agar bisa melihat kasus ini dengan arif dan selalu mengedepankan kepentingan terbaik anak,” tukas Ololah, Rabu (27/5/2020).

Baca Juga:   Fatayat NU Kotamobagu Berbagi Berkah di Bulan Ramadan

Dia juga mendesak, jika ada media yang memberitakan kasus ini dengan mengabaikan kepentingan terbaik anak dan bahkan menimbulkan trauma, maka dia meminta PWI maupun AJI untuk bersikap tegas

“Karena harusnya dalam upaya perlindungan anak, Pers/media menjadi salah satu bagian penting yang ikut bertanggung jawab sebagai bagian dari kontribusi dunia pers dalam mewujudkan kesejahteraan perempuan dan anak di negara ini,” ujarnya.

Menurutnya, yang menjadi korban adalah perempuan. Dengan dibagikannya video tersebut, menurunkan derajat perempuan, apalagi sampai viral di medsos.

Saat ini pihakanya telah berkoordinasi dengan pihak terkait dalam hal ini Infokom untuk dapat meminimalisir penyebaran video dengan mengedukasi masyarakat atas konsekwensi penyebaran video, UU ITE, UU Pornografi dan UU Perlindungan Anak.

Baca Juga:   Divisi perlindungan Perempua YLBH BMR Soroti Soal Video Goroho di Medsos

Mereka juga meminta pihak kepolisian untuk dapat mengusut tuntas kasus itu agar tidak terulang kembali, serta tidak ada korban berikutnya khususnya anak di bawah umur.

Mereka juga telah berkoordinasi dengan pemerhati permepuan dan anak (aktivis perempuan untuk terus melakukan edukasi kepada orangtua/masyarakat agar selalu mengawasi dan berkomunikasi aktif dengan anak-anak agar tidak mengikuti apa yang sudah terjadi pada anak di video, karena video itu sudah ditonton oleh sebagian anak di BMR khusus Kotamobagu.

Tim

Related Articles

Close