Dugaan Korupsi Alkes Kotamobagu Terus Diselidiki Polda Sulut

SATUBMR,KOTAMOBAGU – Kasus dugaan korupsi pengadaan alat kesehatan (Alkes), Tahun Anggaran 2018 di Dinas Kesehatan, Pemerintah Kota Kotamobagu, hingga kini terus berproses. Bahkan, Tim dari Polda, sudah beberapa kali datang ke Dinas Kesehatan untuk melakukan pemeriksaan.

Informasi yang diperoleh satubmr.com, diduga pengadaan alat untuk Rumah Sakit Umum Daerah dan Puskesmas di Kotamobagu ini, terjadi mark up harga, dan tidak sesuai spesifikasi barang.

Mengutip komentar.id, diperoleh informasi, saat pemeriksaan intensif yang digelar penyidik Polda, berkas penting terkait data Alkes ditengarai disembunyikan oknum-oknum berkompeten di Dinkes Kotamobagu. Berkas tersebut disembunyikan di salah satu kios yang berada di depan kantor, sehingga tak tersentuh penyidik. 

Baca Juga:   Jelang Rekor Selam Dunia, WASI Gelar Gladi Bersih

Kepala Bidang (Kabid) Hubungan Masyarakat (Humas) Polda Sulut, Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol), Jules Abraham Abast, saat dikonfirmasi, membenarkan kasus ini. “Masih dalam penyelidikan,”ujarnya, Jumat (28/2/2020) saat dihubungi via whatsapp.

Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi, Ahmad Yani Umar saat dikonfirmasi terkesan tertutup. “Tanya saja ke yang bersangkutan. Kalo nda salah bertugas di BPBD,” ujarnya.

Baca Juga:   Diterkam Buaya, Jenazah Deasy Hari Ini Diotopsi

Diketahui, tahun 2018, Pemerintah Kotamobagu melalui Dinas Kesehatan pada 1 Juli 2018, menyalurkan Alat Kesehatan dengan total anggaran 10 Miliar. Anggaran itu terdiri dari e-Katalog Rp 2 Miliar, dan Alkes Rp 8 Miliar bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK).

Informasi yang dirangkum, Tim Polda sudah memeriksa mantan Kadis Kesehatan 2018 inisial DL bersama oknum PPTK Dinkes saat itu. Namun, penanganan kasus ini terkesan lambat.

Tim

Related Articles

Close