Katong: Pengadaan Komputer di SMPN 4, Pending!

SATUBMR,KOTAMOBAGU – Kritikan atas pungutan berkedok sukarela oleh orang tua wali murid di SMPN 4 Kotamobagu, direspon oleh Dinas Pendidikan Kota Kotamobagu dan Komite sekolah.

Ketua Komite, Natsir Katong SH,MH saat menghubungi SATUBMR.COM mengaku, kebijakan tersebut pending sambil menunggu keputusan selanjutnya.

Dia mengaku, saat rapat tak berada di tempat, karena sedang ada urusan di luar daerah. Dia membantah soal pungutan tersebut. “Itu sebenarnya kebijakan dari hasil rapat orang tua murid dan Paguyuban Ibantong. Tidak ada pemaksaan, hanya kerelaan saja dari orang tua berapapun yang ada,” ujarnya.

Baca Juga:   Ini Kata Kepsek SMPN 1 Kotamobagu Soal Dana Batik

“Saya selaku Ketua Komite SMPN 4, untuk kebijakan tersebut pending dulu. Kita akan agendakan rapat kembali bersama semua pihak,” tukasnya, Rabu (14/8/2019).

Sementara itu, Kabid Dikdas Diknas Kotamobagu, Rastono S.Pd mengakui kekurangan komputer untuk Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tingkat SMP. Menurutnya, masih diperlukan anggaran 1,5 Miliar untuk pengadaan.

“Kadis sudah perintahkan ke SMPN 4 untuk bekerja sesuai Permedikbud. Kami akan memanggil semua pihak,” ujar Rastono.

Masalah ini terkuak setelah Koordinator orang tua wali murid menghubungi SATUBMR.COM. Menurutnya, kekurangan 50 buah komputer dengan harga 200 juta tersebut kenapa harus dibebankan ke orang tua.

Baca Juga:   Berburu Kue Berbuka Puasa

“Kami ini tidak semua mampu seperti orang tua yang memiliki banyak uang. Itu sebenarnya pungutan berkedok sukarela. Kami bicara di forum, nanti dianggap apa lagi, jadi kami mengadu ke media,” kata Koordinator orang tua wali murid yang namanya enggan disebutkan.

Para orang tua berharap, jika ada kekurangan, harusnya diusulkan secepatnya ke Dinas Pendidikan Kotamobagu, apalagi ini untuk kebutuhan anak didik penerus daerah dan bangsa.

Supardi Bado

Close