SATUBMR.BOLTARA- Dalam semangat kepedulian di bulan suci Ramadan, Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Bolaang Mongondow Utara (Boltara) melaksanakan kegiatan trauma healing terhadap seorang anak korban tindak pidana kesusilaan di wilayah Kecamatan Kaidipang, Senin (09/03/2026).
Kegiatan ini merupakan bentuk perhatian serta dukungan moral kepada korban agar dapat kembali menjalani kehidupan dengan lebih tenang sekaligus membantu memulihkan kondisi psikologis yang terdampak akibat peristiwa yang dialaminya.
Pelaksanaan kegiatan tersebut dilakukan berdasarkan arahan Kasat Reskrim Polres Boltara IPTU Mario V Sopacoly, SH., MH. Tim yang dipimpin oleh KBO Reskrim IPTU Rio K. Sasuang, S.Sos., SH., MH bersama personel Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) mendatangi kediaman korban untuk melakukan pendekatan secara persuasif.
Sekitar pukul 15.00 Wita, personel tiba di rumah korban dan disambut oleh keluarga. Dalam kesempatan tersebut, anggota kepolisian membangun komunikasi secara hangat guna memberikan dukungan emosional sekaligus mendengarkan kondisi yang dirasakan oleh korban dan keluarganya.
Selanjutnya sekitar pukul 16.00 Wita, tim mengajak korban menuju salah satu pusat perbelanjaan di Kecamatan Kaidipang. Pada kesempatan itu, korban diberikan kesempatan memilih berbagai kebutuhan menjelang Hari Raya Idul Fitri seperti pakaian, perlengkapan ibadah, sandal, sepatu, serta perlengkapan sekolah.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan membeli makanan takjil untuk berbuka puasa bersama keluarga korban. Momen kebersamaan tersebut diharapkan mampu menghadirkan suasana yang lebih hangat sekaligus membantu membangun kembali rasa percaya diri korban.
Pada pukul 17.30 Wita, tim mengantar korban kembali ke rumah. Dalam kesempatan itu, personel juga memberikan edukasi kepada keluarga agar terus memberikan perhatian, pendampingan, serta dukungan terhadap kondisi psikologis anak sehingga proses pemulihan dapat berjalan secara bertahap dan optimal.
Seluruh rangkaian kegiatan berakhir pada pukul 17.40 Wita dan personel kembali ke Mako Polres Bolaang Mongondow Utara dalam keadaan aman.
Melalui kegiatan ini, Satreskrim Polres Boltara berupaya membantu korban memulihkan kondisi emosional, mengurangi rasa takut, serta memperkuat mental dalam menghadapi tekanan akibat peristiwa traumatis yang dialami. Selain itu, kegiatan tersebut juga menjadi bentuk kepedulian untuk membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari serta perlengkapan menjelang Hari Raya Idul Fitri.
Saat ini perkara yang menimpa korban sedang dalam proses penanganan hukum dan telah memasuki tahap koordinasi lanjutan dengan pihak kejaksaan.
Sebagai tindak lanjut, Satreskrim Polres Boltara juga berencana melakukan sosialisasi dan imbauan di lingkungan pendidikan guna mencegah terjadinya perundungan terhadap korban. Selain itu, koordinasi dengan instansi terkait di lingkungan Pemerintah Kabupaten Boltara juga akan dilakukan untuk mendukung kegiatan pendampingan dan trauma healing secara berkelanjutan.
Kasat Reskrim Polres Boltara IPTU Mario V Sopacoly, SH., MH menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud kepedulian Polri terhadap korban, khususnya anak-anak yang membutuhkan perhatian dan perlindungan.
“Penanganan perkara tidak hanya berfokus pada proses hukum terhadap pelaku, tetapi juga memastikan kondisi psikologis korban dapat pulih dengan baik,” ujar Kasat Reskrim.
Di bulan Ramadan ini kami ingin menghadirkan rasa aman sekaligus kepedulian kepada korban. Pendampingan psikologis sangat penting agar anak dapat kembali menjalani kehidupan dengan normal tanpa rasa takut maupun tekanan. Kami juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan melindungi anak dari segala bentuk kekerasan.
“Kepolisian akan terus mengawal proses hukum perkara tersebut hingga tuntas sekaligus memastikan korban mendapatkan pendampingan yang layak demi masa depan yang lebih baik,” tutupnya.
Ilyas












