BolmutTerkini

Langkah Sintya untuk PWI Sulut

×

Langkah Sintya untuk PWI Sulut

Sebarkan artikel ini
Sintya Bojoh saat berada di Boltara, belum lama ini. Foto Basyir

SATUBMR,BOLTARA– Wacana menjelang Kongres Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sulawesi Utara tahun 2026 mulai terasa hingga ke daerah. Bukan sekadar percakapan di ruang-ruang redaksi, dinamika itu kini menjalar ke lapangan—ke pertemuan-pertemuan hangat, obrolan santai para jurnalis, hingga langkah konsolidasi yang kian intens.

Di ujung pantai utara Bolaang Mongondow Utara (Boltara), nama Sintya Bojoh mulai sering diperbincangkan. Sosok berlatar belakang presenter televisi ini perlahan membangun komunikasi dengan para anggota PWI di daerah, menyapa, mendengar, sekaligus merangkul.

Bagi Patris Babay, dinamika seperti ini bukan hal baru. Menurutnya, setiap momentum konferensi selalu diwarnai dengan pergerakan dan strategi para calon. Namun, ada harapan berbeda yang ia tangkap kali ini—harapan akan perubahan.

Di sela suasana jelang Idul Fitri 1447 Hijriah, kunjungan Sintya ke Boltara menjadi lebih dari sekadar silaturahmi. Ada pesan yang ingin disampaikan, ada semangat yang coba ditularkan. Bahkan, kehadirannya disebut mendapat sambutan positif, termasuk dari Sirajudin Lasena.

Patris melihat latar belakang Sintya sebagai modal penting. Ia menilai pengalaman di dunia penyiaran memberi perspektif berbeda dalam memimpin organisasi profesi seperti PWI. Baginya, PWI Sulut membutuhkan energi baru untuk mengembalikan marwah organisasi—sebuah istilah yang kerap diulang dalam percakapan para jurnalis akhir-akhir ini.

Di sisi lain, bagi Sintya sendiri, langkah yang ia tempuh bukan sekadar upaya meraih dukungan. Ia menyebutnya sebagai proses membangun kembali ikatan di dalam organisasi. Baginya, PWI bukan hanya struktur, tetapi juga rumah bagi para wartawan.

Ia berbicara tentang rekonsiliasi, tentang merajut kembali kebersamaan yang mungkin sempat renggang. Ia juga menekankan pentingnya memperkuat peran daerah—tempat di mana jurnalisme bersentuhan langsung dengan realitas masyarakat sehari-hari.

“Wartawan di daerah adalah ujung tombak,” menjadi keyakinan yang ia pegang. Dari sanalah, menurutnya, denyut pers yang sesungguhnya terasa.

Perjalanan menuju konferensi PWI Sulut 2026 memang masih panjang. Namun, langkah-langkah kecil yang kini mulai terlihat—dari pantura hingga pelosok daerah—perlahan membentuk arah. Di tengah dinamika itu, harapan akan perubahan pun ikut tumbuh, menyertai setiap pertemuan, setiap diskusi, dan setiap niat untuk membangun organisasi yang lebih kuat.

Kotamobagu

SATUBMR,KOTAMOBAGU – Bupati Bolaang Mongondow melakukan kunjungan silaturahmi…

sbobet88

INDOBET365

LALIGA365

BOTAKQQ

SBET11

slot gacor

yy4d