SATUBMR,LOLAYAN – Keluarga korban tambang maut di Desa Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong, meminta ada perwakilan keluarga menyaksikan proses evakuasi.
Menurut Awi, salah satu perwakilan keluarga asal Desa Mopusi mengatakan, harusnya ada perwakilan agar keluarga di rumah bisa tau perkembangan pencarian keluarga mereka yang masih terjebak di lokasi.
Pihak keluarga saat ini dalam keadaan syok, karena sampai saat ini salah satu korban bernama Arman Paputungan belum ditemukan. Arman dan dua orang keluarga berada di lokasi dan hingga saat ini belum ada kabar.
“Permintaan kami tidak banyak, hanya meminta ada pihak keluarga yang diperbolehkan menyaksikan proses evakuasi,” ungkap Awi.
- Polres Boltara Lakukan Trauma Healing Kepada Anak Korban
- Selama Ramadhan, Pimpinan dan Anggota DPRD Kotamobagu Sediakan Manu Buka Puasa di Masjid Al – Ittihad
- Pemkot Kotamobagu Siapkan Lokasi Pasar Senggol 2026, Proposal Ditutup 9 Maret
- Pemdes Busato Menolak Keras Tambang Ilegal, Sangadi Aries: Tolong Ditutup
- Wakil Wali Kota Kotamobagu Hadiri Safari Ramadan GP Ansor di Masjid At-Taqwa Poyowa Besar Dua
Sementara itu, Sekertaris Daerah Kabupaten Bolaang Mongondow, Tahlis Gallang, saat ditemui di Posko Pusat Bantuan Logistik, Sabtu (02/03/2019) mengatakan, permintaan keluarga ini akan dikoordinasikan dengan pihak terkait.
“Demi keamanan dan keselamatan, nanti kita komunikasikan dengan pihak-pihak terkait,” ungkap Sekda yang turut memantau perkembangan evakuasi para korban.
Jhay Yambat












