Bayi 8 Bulan Mengidap HIV, Harusnya tak Dikucilkan

Bayi MB, mendapat perawatan di RS Prof Kandou Manado. (Ist)

SATUBMR, MANADO – MB, bayi umur 8 bulan, asal Kabupaten Kepulauan Sangihe sudah dua kali dirujuk ke Rumah Sakit Professor Kandou Manado.

Bayi MB terinveksi virus Human Immunodeficiency Virus (HIV) dan harus menjalani perawatan di rumah sakit. Beberapa waktu lalu, MB dirawat di RS Tahuna karena penyakit infeksi paru yang dideritanya.

MB diketahui terjangkit virus dari orang tuanya. Sang Ibu (AD) dan ayah bayi ini juga positif sebagai ODHA (Orang dengan HIV-AIDS).

Menurut Lembaga Perlindungan Anak Sulawesi Utara, Jull Takaliuang, MB dan sang ibu dikucilkan oleh warga. Warga takut akan terjangkit penyakit mematikan tersebut.

Menurut penuturan sang Ibu kepada LPA, warga bahkan untuk ibadah-pun takut ke rumah mereka. “Kue yang disajikan di rumah tidak dimakan oleh warga,” kata AD kepada Jull Takaliuang.

“MB seperti diisolasi oleh masyarakat di sekitarnya. Kehidupan mereka sangat memperihatinkan. Ayah bayi MB, juga adalah ODHA dan tidak bersama mereka. Ayahnyabberada di pulau lain menjadi penangkap ikan untuk menafkahi isteri dan anaknya,” tukas Jull.

Baca Juga:   Gempa 6,9 SR, BMKG: Peringatan Tsunami Berakhir

Dengan penghasilan secukupnya, ayah MB mengirimkan uang untuk membayar cicilan tagihan di RSUP Kandouw Malalayang sejak Mei 2018, dengan total tagihan Rp6 juta saat MB dirawat karena sakit.

“Bulan lalu, bayi MB pernah dirawat di RS Liun Kendage Tahuna. Jarang sekali keluarga mengunjungi mereka untuk memberikan perhatian. Karena hanya seorang diri, ibunya memilih membawa pulang anaknya meski dalam kondisi memperihatinkan,” ujar Jull.

Di usia 8 bulan, berat bayi MB hanya 5 KG. Berat badannya terus turun akibat penyakit yang diidapnya.

Ketidakpahaman masyarakat tentang HIV/AIDS merupakan pangkal pengucilan terhadap para ODHA di Kabupaten Kepulauan Sangihe.

HIV/AIDS sebenarnya tidak menular melalui air liur, bersentuhan langsung dengan kulit atau jabat tangan. HIV/AIDS baru akan menular dengan hubungan seks, melalui jarum suntik dan transfusi darah.

Masyarakat harus paham soal ini, agar para ODHA tidak dikucilkan.

“Memperingati Hari AIDS Internasional, pada hari ini, 1 Desember 2018, mari kita peduli ODHA. Banyak anak pemilik masa depan menderita terinfeksi HIV, karena tertular dari orang tuanya. Ketidaktahuan kita tentang penularan HIV/AIDS membuat kita mengisolir dan mendiskriminasi ODHA. Padahal mereka (ODHA) harus diberikan motivasi agar memiliki semangat hidup dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Ketua LPA ini.

Baca Juga:   Pacuan Kuda Sebagai Pemersatu

Menurut Jull, bayi MB tiba hari ini Sabtu (1/12/2018) di Manado dengan menumpang kapal KM Saint Marry. Bayi MB langsung dibawa ke RS Kandou untuk kembali mendapat perawatan.

Orang tua MB termasuk keluarga miskin. Untuk biaya perawatan sulit. Pihak LPA Sulut menggugah hati warga, jika berkenan membantu meringankan beban keluarganya selama perawatan.

“Anda bisa membawa susu SGM Ananda untuk bayi MB, popok size M, makanan bayi (SUN), minyak telon, sabun dan bedak, baju bayi, dan logistik (makanan) buat ibunya. Untuk kontak person bisa menghubungi 082195049196. Jauhi penyakitnya. Tapi jangan jauhi orangnya,” tutup Jull Takaliuang.

 

Tim redaksi satunmr.com

Close