Amrin Simbala: Kami Siap Gunakan Linggis Cari Odeng di Bakan

SATUBMR,KOTAMOBAGU – Proses pencarian para korban tambang ambruk di lokasi Busa, Desa Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolaang Mongondow, resmi dihentikan, Kamis (73/2019) hari ini. Hal ini disampaikan Direktur Operasi Basarnas, Brigjen TNI (Mar), Budi, saat konferesi pers di Desa Bakan.

Menurut Budi, proses pencarian dihentikan karena lokasi sudah sangat berbahaya. “Berdasarkan analisa tim teknis yang diturunkan PT JRBM, di bagian atas goa, telah terjadi retakan, bahkan goa yang telah dibuka aksesnya, longsor kembali dan menutupi sebagian goa. Itu sangat berbahaya dan diputuskan proses ini dihentikan,” tukas Budi.

Baca Juga:   Breaking News: Satu Jenazah Ditemukan Sore Ini

Sementara itu, pihak keluarga yang jenazahnya belum ditemukan mengaku menolak penghentian proses pencarian. Amrin Simbala, ayah dari korban bernama Kadri Odeng Simbala, mengaku, tidak terima dengan penghentian pencairan oleh Basarnas. Mereka meminta proses evakuasi diteruskan karena Odeng anaknya masih ada di lokasi tersebut.

Menurutnya, sehari pasca kejadian, dia sempat mendengar suara anaknya di dalam goa meminta air, sehingga pihak keluarga berkeyakinan, anaknya Odeng masih ada di lokasi.

“Jika memang sudah dihentikan proses pencarian, kami akan komando ahli-ahli tambang turun ke lokasi, kami akan bawa betel dan linggis untuk mencari anak kami,” tukas Amrin saat berada di RSUD Kotamobagu.

Baca Juga:   Hari ke Tujuh, 11 Jenazah Berhasil Dievakuasi

“ Anak kami bukan hewan, itu manusia. Apapun itu, meski dalam kondisi hidup ataupun meninggal, kami akan terus lakukan pencarian,” tukasnya penuh harap.

Foto: Kadri Odeng Simbala, hingga kini belum ditemukan. Dia diduga jadi korban tambang Bakan yang ambruk. Pihak keluarga berharap, Odeng bisa ditemukan dalam kondisi apapun. Foto Istimewa

Pihak keluarga Odeng mengaku, meski berbahaya, mereka akan tetap ke lokasi melakukan pencarian secara manual. Pantauan di RSUD Kotamobagu, Posko Postmorterm mulai dibongkar. Tim DVI Polda Sulut-pun telah kembali ke Manado.

Reporter: Jhay Yambat

Close