OpiniTerkini

Wartawan Itu Pewarta, Bukan Pembawa Petaka

×

Wartawan Itu Pewarta, Bukan Pembawa Petaka

Sebarkan artikel ini
Isnandar Bangki

NGOMONG soal wartawan, kadang masih ada yang salah paham. Ada yang langsung tegang kalau lihat wartawan datang, seolah-olah bakal ada masalah. Padahal, kalau dipahami dengan benar, wartawan itu bukan pembawa petaka—mereka itu pewarta.

Tugas utama wartawan sederhana: menyampaikan informasi. Mereka mencari fakta, mengonfirmasi, lalu menyajikannya ke publik supaya masyarakat tahu apa yang sebenarnya terjadi. Jadi, bukan bikin gaduh, apalagi menakut-nakuti.

Memang sih, di zaman sekarang yang serba cepat ini, informasi bisa datang dari mana saja. Media sosial penuh dengan berita, tapi tidak semuanya benar. Nah, di sinilah wartawan punya peran penting—meluruskan, bukan memperkeruh.

Wartawan yang bekerja dengan baik pasti pegang prinsip: cek dulu sebelum sebar. Mereka tidak asal tulis atau asal viralkan sesuatu. Karena mereka tahu, satu berita saja bisa berdampak besar. Bisa bikin orang tenang, tapi juga bisa bikin panik kalau tidak benar.

Makanya, penting juga kita sebagai masyarakat untuk tidak langsung menganggap wartawan itu “pembawa masalah”. Justru sebaliknya, mereka membantu kita memahami situasi. Mereka datang membawa informasi, bukan ancaman.

Kalau ada wartawan yang mungkin terkesan “keras” atau kritis, itu bagian dari tugas. Mengkritik bukan berarti menjatuhkan, tapi justru supaya semuanya bisa berjalan lebih baik dan transparan.

Intinya, wartawan itu bekerja untuk publik. Mereka adalah jembatan antara peristiwa dan masyarakat. Jadi, sudah seharusnya kita melihat mereka sebagai mitra, bukan sesuatu yang harus dihindari.

Karena pada akhirnya, wartawan tetaplah pewarta—yang membawa kabar, bukan membawa petaka. (***)

sbobet88

INDOBET365

LALIGA365

BOTAKQQ

SBET11

slot gacor

yy4d