Kotamobagu

2.935 Penerima Manfaat Nikmati Program MBG, Pemkot Kotamobagu Terus Percepat SPPG

×

2.935 Penerima Manfaat Nikmati Program MBG, Pemkot Kotamobagu Terus Percepat SPPG

Sebarkan artikel ini
Usai mengelar Rakor Pelaksanaan MBG tingkat Provinsi Sulawesi Utara yang dipimpin Wakil Gubernur Sulut, Dr. Victor Mailangkay, Kamis (29/01/2026).

KOTAMOBAGU, SATUBMR.COM- Pemerintah Kota Kotamobagu menegaskan komitmen serius dalam mempercepat pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) MBG tingkat Provinsi Sulawesi Utara yang digelar di Manado, Kamis (29/1/2026).

Rakor tersebut dipimpin langsung oleh Wakil Gubernur Sulawesi Utara, Dr. Victor Mailangkay, SH, MH, selaku Ketua Satuan Tugas (Satgas) Provinsi Program MBG Sulawesi Utara, dan diikuti oleh seluruh perwakilan pemerintah kabupaten/kota se-Sulut.

Dalam kegiatan itu, Pemerintah Kota Kotamobagu diwakili oleh Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra), Sahaya S. Mokoginta, S.STP ME, yang sekaligus menyampaikan laporan resmi Pemkot Kotamobagu kepada Ketua Satgas Provinsi MBG.

Kehadiran unsur Pemkot Kotamobagu dalam rakor tersebut menegaskan komitmen Wali Kota Kotamobagu, dr. Weny Gaib, Sp.M dan Wakil Wali Kota, Rendy Virgiawan Mangkat, SH MH, dalam mendukung dan mempercepat implementasi Program Makan Bergizi Gratis di daerah.

Pada kesempatan itu, Wakil Gubernur Sulut, Victor Mailangkay mengatakan, pentingnya percepatan implementasi MBG secara konkret, khususnya terkait kesiapan infrastruktur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), akurasi dan pemutakhiran data penerima manfaat, serta penguatan koordinasi lintas sektor.

“Seluruh aspek tersebut harus dipastikan berjalan optimal agar Program Makan Bergizi Gratis tepat sasaran, berkelanjutan, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” ujar Victor.

Sementara itu, dalam laporannya, Sahaya Mokoginta menyampaikan bahwa Kota Kotamobagu tidak memiliki SPPG dengan kategori wilayah terpencil.

Dengan kondisi tersebut, Pemkot Kotamobagu menetapkan fokus pelaksanaan Program MBG secara terarah, terukur, dan efisien.

“Kami tidak memiliki SPPG kategori terpencil. Oleh karena itu, fokus utama pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis di Kota Kotamobagu diarahkan kepada penerima manfaat siswa, mulai dari jenjang PAUD hingga SMP, sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas gizi dan konsentrasi belajar anak sekolah,” jelas Sahaya.

Selain menyasar pelajar, lanjutnya, Program MBG di Kota Kotamobagu juga difokuskan kepada kelompok 3B, yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan balita yang membutuhkan intervensi gizi sejak dini.

“Ibu hamil untuk mendukung kesehatan ibu dan pertumbuhan janin, ibu menyusui guna menjamin kualitas serta kecukupan ASI, dan balita sebagai langkah pencegahan stunting serta peningkatan kualitas tumbuh kembang anak,” ujarnya.

Masih dalam laporannya, Sahaya juga mengungkapkan bahwa Pemkot Kotamobagu menargetkan pembentukan 10 titik SPPG sebagai tulang punggung pelaksanaan Program MBG di daerah.

“Saat ini, dua SPPG telah beroperasi dan diresmikan langsung oleh Wali Kota Kotamobagu sebagai bukti komitmen penuh pemerintah daerah. Dua SPPG tersebut masing-masing berlokasi di Kelurahan Kotobangon yang dikelola Yayasan Tarang Jaya Delapan Delapan, serta di Desa Bungko yang dikelola Yayasan Bina Lentera Insan,” ujarnya lagi.

Total penerima manfaat pada dua SPPG yang telah beroperasi tersebut mencapai 2.935 orang, dari total calon penerima manfaat sebanyak 37.953 orang.

Sementara itu, delapan SPPG lainnya masih dalam tahap perampungan sarana dan prasarana dan terus diupayakan agar dapat segera beroperasi secara menyeluruh.

Selain percepatan operasional SPPG, Pemkot Kotamobagu juga secara berkelanjutan melakukan pemutakhiran data penerima manfaat serta pemetaan rantai pasok pangan lokal guna menjamin keberlanjutan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis di daerah.

“Pemerintah Kota Kotamobagu optimistis, melalui sinergi yang kuat di bawah koordinasi Satgas Provinsi MBG, seluruh SPPG dapat segera beroperasi dan Program MBG mampu memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas gizi serta pembangunan sumber daya manusia di Kota Kotamobagu,” pungkas Sahaya.

Rakor tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Pendidikan Kota Kotamobagu, Moh. Aljufri Ngandu, S.Pd.***