Bolmong

Hanya 55% Partisipasi Pemilih Perempuan, KPU Bolmong Sosialisasi di Mopugad Utara

×

Hanya 55% Partisipasi Pemilih Perempuan, KPU Bolmong Sosialisasi di Mopugad Utara

Sebarkan artikel ini

SATUBMR.BOLMONG– Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Bolaang Mongondow gelar Sosialisasi dan Pendidikan Pemilih segmentasi perempuan.

Dengan tema “Sosialisasi dan Pendidikan pemilih dalam rangka pemilihan Bupati dan wakil Bupati Bolaang Mongondow tahun 2024 segmentasi pemilih perempuan (tingkat partisipasi masyarakat rendah) “

Kegiatan tersebut dilaksanakan di Balai Desa Mopugad Selatan Induk Kecamatan Dumoga Utara Kabupaten Bolaang Mongondow.

Komisioner KPU Bolmong Divisi perencanaan, data, dan informasi,  Jalaludin Kosasih mengatakan ucapan terimakasih kepada seluruh masyarakat yang hadir dalam kegiatan tersebut.

Lanjut Kosasih, kegiatan ini merupakan rangkaian tahapan pilkada bolmong.

Kata dia, Sesuai data yang ada, Desa Mopugad Utara merupakan desa yang paling rendah yakni 55% partisipasinya terutama pemilih perempuan. Olehnya dari KPU Bolmong memilih desa Mopugad utara untuk diadakannya sosialisasi hari ini.

Dirinya berharap, dengan adanya sosialisasi ini dapat meningkatkan partisipasi. karena dengan meningkatnya partisipasi maka akan lebih baik dalam hal pemilihan kepala daerah nanti.

“Ibu-ibu adalah salah satu penentu pemimpin daerah kedapan, olehnya sangat diharapkan ibu-ibu dapat menyalurkan hak suaranya untuk Pilkada nanti pada tanggal 27 November 2024,”

Selaku Narasumber. Erni Tungkagi SE dalam penyampaiannya mengatakan, seiring perkembangan waktu, kami melihat bahwa jika perempuan tidak dilibatkan disemua urusan maka akan selalu ada ketimpangan.

Dirinya sedikit mengedukasi pentingnya suara kaum perempuan dalam hal menentukan pemimpin ataupun kepala daerah kedepan.

Salah satu masalah adalah beban ganda bagi perempuan yakni antara mengurus rumah tangga dan datang ke TPS, tentu harus ada prioritas dari pihak penyelenggara terhadap pemilih perempuan khususnya ibu hamil ataupun ibu yang sedang menyusui.

Dirinya juga mengingatkan dan meminta agar jangan karena uang kemudian tingkat partisipasi pemilih khususnya perempuan berkurang.

“Biasanya kita berfikir bahwa jika tidak dibayar maka tidak usah menggunakan hak pilih,” Pungkasnya.