Opini

FILSUF RAJA BUKAN DOKTOR

×

FILSUF RAJA BUKAN DOKTOR

Sebarkan artikel ini

By: (Reza D. Tohis, Presidium KAHMI Bolmong)

 

Filsuf Raja adalah konsep yang diformulasikan oleh Plato, filsuf Yunani Antik. Dalam karyanya, Politeia (Republik), konsep tersebut merupakan jawaban terhadap pertanyaan tentang siapa yang paling layak memimpin masyarakat.

Kemudian pengamatan dan keyakinan Plato bahwa banyak pemimpin politik pada zamannya tidak memiliki pengetahuan atau kebijaksanaan yang cukup untuk memerintah dengan adil. Mereka sering terjebak dalam ambisi pribadi dan korupsi yang hanya melahirkan pemerintahan yang tidak adil dan merugikan masyarakat. Oleh karena itu, menurutnya, pemimpin ideal adalah individu yang memiliki kebijaksanaan dan pemahaman mendalam tentang konsep keadilan, kebaikan, dan hakikat kenyataan. Individu yang memiliki pemahaman itulah yang disebut sebagai Filsuf Raja.

Menurut Plato, untuk menjadi Filsuf Raja, individu tersebut harus memiliki pengetahuan yang mendalam tentang bentuk-bentuk ideal atau esensi-esensi abadi untuk memahami kebenaran universal dan prinsip-prinsip moral yang tidak berubah. Pemahaman itu yang akan membimbingnya dalam membuat keputusan yang adil dan bijaksana.

Dengan kata lain, dengan pengetahuan tersebut, Filsuf Raja dapat melihat melampaui kepentingan pribadi dan kepentingan jangka pendek serta fokus pada kebaikan bersama, kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan.

Di samping itu, Plato menekankan bahwa Filsuf Raja harus sudah menjalani pendidikan yang panjang dan ketat. Pendidikan ini tidak hanya mencakup penguasaan berbagai disiplin ilmu, melainkan juga latihan dalam berpikir kritis dan refleksi filosofis.

Pendidikan ini untuk mengembangkan kemampuan intelektual dan moral, sehingga individu itu dapat memahami dan menerapkan prinsip-prinsip keadilan dengan cara yang bijaksana. Nah, berdasarkan keseluruhan penjelasan di atas, jelas bahwa, Filsuf Raja, bukan Doktor!