CekFakta

Awas Hoaks dan Provokasi saat Hari Penetapan Presiden Terpilih

×

Awas Hoaks dan Provokasi saat Hari Penetapan Presiden Terpilih

Sebarkan artikel ini
Capres Anies Baswedan, Prabowo Subianto dan Ganjar Pranowo

SATUBMR– Setelah proses pemilu berbulan-bulan, akhirnya kita akan mengetahui siapa presiden, DPD dan DPR yang akan terpilih. Proses rekapitulasi ini dijadwalkan akan berakhir pada 20 Maret 2024.

Menjelang hari pengumuman atau saat pengumuman presiden dan legislatif terpilih, biasanya terdapat berbagai hoaks yang menyerang peserta dan penyelenggara pemilu.

Hoaks ini biasanya disertai dengan berita provokatif untuk memengaruhi psikologis masyarakat, misalnya KPU dianggap curang dan tidak netral karena memenangkan kubu tertentu, dan biasanya berita juga disertai dengan informasi simpang siur yang menyatakan bahwa akan adanya pembatalan dan penundaan hasil pemilu.

Perlu kita ketahui, dalam pemilu, segala proses perhitungan dilakukan secara terbuka dan berjenjang. Jika ada yang beranggpan bahwa hasil pemilu merupakan hasil manipulasi dari KPU, maka itu merupakan pernyataan yang tidak tepat.

Walau dalam beberapa kasus terdapat selisih di beberapa hasil perhitungan karena human error, tetapi sudah ada mekanisme dan upaya untuk melakukan pemungutan suara ulang setidaknya di 1.113 TPS. Selain itu, dalam setiap rekapitulasi berjenjang ini selalu dihadiri oleh saksi partai dan juga dapat disaksikan melalui live streaming KPU, jadi kecil peluang untuk merekaya hasil pemilu secara sistematis.

Ada beberapa alasan mengapa akan ada berbagai serangan mis dan disinformasi saat hari penetapan presiden terpilih:

  1. Ada pihak-pihak yang tidak bisa menerima kekalahan calon presiden jagoannya;
  2. Terdapat ketidaksempurnaan proses pemilu, sehingga masyarakat merasa bahwa KPU sengaja melakukan kecurangan saat pemilu;

Diloloskannya oleh Mahkamah Konstitusi soal capres-cawapres yang berusia di bawah 40 tahun tapi pernah mengikuti pilkada, menimbulkan kontroversi, bahkan muncul tudingan pelanggaran konstitusional.

Dalam proses pemilu ini, memang terdapat banyak ketidaksempurnaan dan kejanggalan, hal ini juga banyak disampaikan oleh para pakar perguruan tinggi dan organisasi masyarakat sipil beberapa waktu terakhir.

Tetapi, melalui konten prebunking ini kita akan meluruskan berbagai klaim generalisasi proses pemilu yang dapat menyebabkan hadirnya mis dan disinformasi di masyarakat. Padahal ketidaksempurnaan proses yang lain belum tentu mengindikasikan adanya kecurangan pada seluruh tahapan proses berjenjang ini.

Terima kasih sudah menyimak konten prebunking ini, semoga kita semakin kritis dan tidak mudah terprovokasi dengan berbagai mis dan disinformasi saat hari penentuan presiden terpilih.

Diba