Karyawan JRBM Meninggal, Satgas Covid Diminta Ambil Langkah

KOTAMOBAGU – Satu lagi kasus kematian diduga akibat Covid-19 dialami karyawan PT J Resources Bolaang Mongondow (JRBM), Sabtu (31/7/2021). Informasi yang berhasil dirangkum redaksi, satu orang karyawan inisial HP warga Desa Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolaang Mongondow, meninggal saat menjalani perawatan Covid-19 di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kotamobagu. Total yang meninggal menjadi 5 orang.

Kepala Dinas Kesehatan Kotamobagu, dr Tanty Korompot saat dihubungi mengatakan, benar ada yang meninggal. Menurutnya, karyawan JRBM yang sedang isolasi mandiri di bawah kontrol tim dokter perusahaan.

“Kalau tidak salah, pasien yang meninggal tersebut telah dirujuk dan menjalani perawatan di RSUD Kotamobagu,” ujar Tanty.

Berdasarkan data, setidaknya 142 karyawan perusahaan tambang tersebut dinyatakan positif Covid-19 dan menjalani isolasi mandiri di beberapa hotel di Kotamobagu. Namun, beberapa orang dari hasil Swab menunjukkan tanda tanda sembuh dan diijinkan pulang.

Beberapa Karyawan JRBM tak Patuhi Prokes

Sementara itu, dengan adanya kasus meninggal karyawan JRBM, aktivitas di pos transit karyawan JRBM di Desa Bakan, Sabtu (31/7/2021) terlihat lengah. Hanya beberapa kendaraan parkir.

Terpantau, satu orang lalu lalang di lokasi tapi tidak menggunakan pelindung diri seperti menggunakan masker. Ketika ditanyai soal penutupan perusahaan, dia mengaku tidak tahu. “Saya belum tahu,” ujarnya singkat.

Karyawan JRBM tak menggunakan masker

Bahkan, seorang sopir Bus antar jemput JRBM, saat keluar dari Alfamart Lolayan juga tidak patuhi prokes. Dia terlihat memakai masker tapi mulut dan hidung tidak ditutupi.

Sopir Bus JRBM menggunakan masker tetapi mulut dan hidung tidak ditutup

Warga di lingkar tambang meminta Satgas Covid mengambil langkah cepat.

Kepala Dinas Kesehatan Bolmong, dr Erman Paputungan saat dihubungi mengatakan, untuk penutupan perusahaan tergantung keputusan tim satgas. Menurutnya, tim akan melakukan rapat pada Senin depan.

“Saya sudah koordinasi dengan gugus tugas, nanti gugus tugas yang menentukan. Sudah koordinasi dalam hal ini Assisten 1, hari Senin ada rapat gugus tugas,” ujar Erman.

Ratusan karyawannya terkonfirmasi positif Covid-19, harusnya manajemen perusahaan menghentikan operasi untuk sementara agar penularan virus mematikan itu dapat diatasi. Hal ini agar warga yang berada di lokasi perusahaan dan tempat isolasi para karyawan, aman dari ancaman virus asal Wuhan tersebut.

Juru Bicara Satgas Covid-19 Sulawesi Utara, dr Steaven Dandel mengatakan, harusnya perusahaan tutup. “Saya sedang koordinasi dengan tim Satgas Bolmong,” ujar Dandel Jumat 30 Juli 2021.

Sementara itu PT JRBM dihubungi ke pak Broto, tidak membalasan pesan dan telepon dari wartawan.

Tim

Related Articles

Close