PT-JRBM Pastikan Penerapan Prokes Secara Ketat Bagi Karyawan

SATUBMR,BOLMONG- Pandemi Covid-19 belum juga berakhir bahkan dalam beberapa hari ini jumlah yang terkonfirmasi positif terus memecahkan rekor baru. Rabu (7/7) telah ada tambahan kasus baru Covid-19 sebanyak 34.379 pasien. Ini merupakan rekor baru melengkapi rekor baru dalam tiga hari berturut-turut.

Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, tingkat penularan yang semakin tinggi karena adanya varian-varian baru virus corona. Dari data persebaran pun, hampir semua Propinsi di Indonesia menunjukkan peningkatan kasus baru yang cukup signifikan.

Olehnya, Sejak awal pandemi, PT J Resources Bolaang Mongondow (JRBM) telah menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Selain protokol kesehatan sesuai arahan Kementerian ESDM mulai dari physical distancing, memakai masker, mencuci tangan, pengukuran suhu tubuh, pelaporan mandiri suhu tubuh.

Presiden Direktur PT J Resources Asia Pasifik,Tbk Edi Permadi mengatakan, untuk karyawan sebelum masuk dan bekerja di site, wajib menjalani karantina. Sebelum di karantina, dilakukan screening berupa swab antigen terlebih dulu. Jika hasilnya negatif akan dikarantina di hotel dan setiap hari diperiksa kondisi kesehatannya oleh dokter perusahaan dan pemeriksaan dari Dinkes setempat.

Kemudian hari ke-7 karantina, karyawan akan dites PCR dan jika hasilnya negatif, maka diatur masuk ke site dengan protokol ketat seperti mobil khusus dan tidak boleh kontak dengan orang lain.

Sementara jika hasil swab antigennya reaktif, maka akan langsung dibawa ke Manado untuk di swab PCR. Di sana juga akan diisolasi mandiri serta kondisi kesehatannya diperiksa setiap hari. Pada hari ke-5 setelah PCR pertama dilakukan swab PCR kedua kalinya. Jika dinyatakan negatif maka akan dikarantina kembali sebelum masuk ke site.

Baca Juga:   Akibat Guncangan Blasting PT JRBM, Kaca Rumah Warga Pecah

Perlu disampaikan juga bahwa Perusahaan tidak hanya fokus pada kesembuhan karyawan yang dinyatakan positif Covid-19. Tetapi juga karyawan yang tidak terpapar covid. Selalu disosialisasikan dan dipantau terkait dengan Prokes/3 M. Mereka akan dilakukan swab antigen massal secara berkala untuk mengecek kondisi kesehatan.
Perusahaan juga memperhatikan lingkungan di lingkar tambang. Sehingga karyawan yang dinyatakan reaktif atau positif Covid-19 akan dibawa ke tempat isolasi mandiri di Hotel yang sudah dikoordinasikan perusahaan dengan menggunakan kendaraan khusus.

“Perusahaan menempatkan aspek kesehatan dan keselamatan kerja diatas segalanya. Termasuk dimasa pandemi ini. Perusahaan akan memberikan pelayanan kesehatan secara optimal bagi karyawan yang positif covid-19 hingga sembuh. Di sisi lain perusahaan memastikan penerapan protokol kesehatan secara ketat di seluruh kegiatan Operasional pertambangan,”kata Edi Permadi.

Ini sejalan dengan prinsip utama perusahaan untuk melindungi karyawan.

“Bagi kami, karyawan adalah asset yang paling berharga sehingga harus kami lindungi. Kami akan melakukan secara maksimal untuk melindung karyawan sehingga mereka bisa bekerja dengan aman dan nyaman. Kami berharap wabah ini segera bisa diatasi sehingga bisa berproduksi maksimal agar dapat terus memberi kontribusi yang terbaik bagi seluruh pengangku kepentingan mulai dari karyawan dan keluarga, masyarakat dan Pemerintah,”lanjut Edi.

Baca Juga:   Bogani Rescue PT JRBM, Pimpinan Fadli Bantu Evakuasi Sejak Awal Kejadian

Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan, Pengendalian (P2) Penyakit, Dinas Kesehatan Kabupaten Bolaang Mongondow Yusuf Detu menjelaskan pihaknya bersama elemen masyarakat lain seperti Anggotan DPRD, tokoh masyarakat serta beberapa Keala Desa di lingkar tambang telah bertemu dan mendapat penjelasan terkait penanganan covid-19 dari Manajemen PT JRBM.

“Kami mengapresiasi pada pihak JRBM yang telah menerapkan protokol kesehatan terkait dengan pandemi ini. Mereka memiliki SOP sendiri terkait dengan karyawan akan masuk dan bekerja di site. Pekerja mereka sudah menjalani isolasi, ada pemeriksaan Swab antigen, kalau ada yang hasilnya reaktif atau positif langsung isolasi mandiri dan dibawah ke Manado untuk dilanjutkan dengan PCR. Mereka tidak diperkenankan untuk bekerja,” terang Yusuf.

Beberapa waktu lalu terang Yusuf memang dilakukan swab antigen dan ada yang terindikasi positif, langsung ditindaklanjuti dengan isolasi mandiri sesuai dengan prosedur.

“Kami sangat menyambut baik langkah yang sudah diambil perusahaan dan meminta agar nanti ada koordinasi antara pihak perusahaan dengan Pemerintah Daerah sebagai teknis di lapangan. Tujuannya agar sama sama mengelimir isu-isu negatif yang berkembang di masyarakat,” pungkas Yusuf.

Jhay Yambat

Related Articles

Close