Jubir Satgas Covid-19 Sulut: PT JRBM Harus Ditutup

KOTAMOBAGU –  Setelah satu orang dinyatakan positif Covid-19 dan meninggal di lokasi Perusahaan Tambang Emas PT J Resources Bolaang Mongondow (JRBM) pada 14 Juli 2021, kini jumlah pasien yang dinyatakan positif Covid-19 di perusahaan tersebut terus bertambah. Data yang diperoleh satubmr.com, setidaknya 142 orang karyawan terpapar virus tersebut.

Hal ini dibenarkan oleh Kepala Dinas (Kadis) Kesehatan Kotamobagu, dr Tanty Korompot. Menurutnya, 142 orang dinyatakan positif Covid 19 dari hasil pemeriksaan antigen dan PCR yang dilakukan dan saat ini tengah isolasi mandiri di beberapa hotel di Kotamobagu.

“Tim Satgas Covid 19 Kota Kotamobagu sejak Senin, sudah turun langsung memantau seluruh pasien Covid 19 yang isolasi mandiri di 4 hotel. Selain memantau tim medis juga mengedukasi prilaku hidup bersih dan sehat tentu agar seluruh pasien  tetap semangat dan optismisme agar imun tetap kuat,” kata Tanty Korompot, Kamis (29/7/2021).

Baca Juga:   Diduga, 50 Karyawan JRBM Terpapar Covid-19, Perusahaan Bungkam

Penyebaran virus secara massif di perusahaan tambang tersebut, membuat masyarakat di lingkar tambang merasa was-was. Menurut mereka, harusnya perusahaan ditutup karena jumlah pengidap Covid-19 tergolong sudah banyak.

Menurut warga yang berada di lingkar tambang JRBM, sudah seharusnya Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, menutup aktivitas perusahaan tambang tersebut.

Sementara itu, Juru Bicara Covid-19 Provinsi Sulawesi Utara, dr Steaven Dandel saat dikonfirmasi mengatakan, harusnya perusahaan tersebut ditutup. “Iya ditutup, baiknya konfirmasi langsung ke Sekretaris Daerah (Sekda) Bolmong karena mereka perpanjangan langsung dari Satgas Covid Nasional dan Provinsi,” ujar Steaven, Kamis 29 Juli 2021.

Baca Juga:   Tambang Busa Bakan Kembali Longsor

Dandel juga mengaku akan melakukan klarifikasi ke Kepala Dinas Kesehatan Bolaang Mongondow. “Kita sementara klarifikasi ke Kadis Kesehatan Bolmong,” tambah Dandel.

Sementara itu, pantauan di lapangan, hingga saat ini PT JRBM yang merupakan anak dari perusahaan PT J Resources Asia Pasifik,Tbk (PSAB) terlihat masih tetap beraktivitas, tidak ada tanda-tanda perusahaan menghentikan operasi karena virus Covid-19.

Pihak JRBM dihubungi melalui pak Broto via WhatsApp, mengatakan, akan mencari tahu soal edaran dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara. “Kita cari tahu dulu edaranya,” tukas pak Broto singkat.

Jhay Yambat

Related Articles

Close