Pemuda Karang Taruna Desa Tanjung Buaya Gelar MTQ Ke-II

SATUBMR.BOLMUT- Pemuda Karangtaruna Desa Tanjung Buaya Kecamatan Bolang Itang Barat Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) gelar Musabaqah Tillawatil Qur’an (MTQ) Ke II.

Sebelumnya, kegiatan MTQ tingkat Desa ini pernah dilaksanakan di tahun-tahun sebelumnya. Kegiatanpun sukses dilaksanakan.

Ketua Karangtaruna Desa Tanjung Buaya Kipin Datukramat dalam sambutaanya mengatakan, dilakukannya kegiatan ini berdasarkan keinginan pemuda Karangtaruna. Sebab pemuda adalah aset desa. Pemuda juga merupakan salah satu penentu baik tidaknya satu wilayah atau desa. khusus generasi muda Desa Tanjung Buaya.

“Semoga kegiatan ini menjadi salah satu spirit bagi generasi muda untuk dapat menumbuh kembangkan minat dan perhatian pemuda pada hal-hal yang positif seperti yang berbau keagamaan,” ujar Kipin.

Baca Juga:   Tahun Ini Dinas PKPP Salurkan 425 Penerima BSPS

Sementara itu kepala Desa Tanjung Buaya Fikriyanto Pamili yang juga membuka secara resmi kegiatan tersebut dalam sambutanya menyampaikan ucapakan Alhamdulillah dan mengapresiasi atas terlaksanakanya kegiatan ini. Pemuda Tanjung Buaya sangat luar biasa, saya cukup bangga kepada pemuda yang ada di desa ini, dan tak lupa pula kepada Bapak Ibu masyarakat, karena telah mendukung atas terlaksananya kegiatan ini.

“Berkat pemuda dan Bapak Ibu sekalian, kegiatan ini terlaksana dengan baik,” ucap Pamili

Fikiryanto juga menghimbau kepada masyarakat yang hadir dalam kegiatan tersebut, didiklah anak-anak menjadi anak yang insan mencintai Al-Qur’an. agar nantinya pemuda atau anak-anak yang ada di desa ini tidak larut dalam hal-hal negatif.

Baca Juga:   Lagi 1 Kasus Positif Covid-19 di Bolmut, Pandemi Belum Berakhir

“Insya Allah dengan diadakan kegiatan ini, kita semua sadar, dan anak-anak kita menjadi anak yang sholeh dan sholehah,” tuturnya.

Dirinya mengajak Bapak Ibu orang tua untuk mendidik anak-anak agar menjadi anak yang mencintai Alquran dan mencintai agama.

“Dengan mencintai Al-Qur’an, anak-anak kita bisa terhindar dari paham-paham radikal yang bisa merusak pemikiran pemuda Tanjung Buaya khususnya dan Indonesia pada umumnya,” pungkas Pamili

Basir

Related Articles

Close