Pimpin Musrenbang, Depri: Jangan ada Pihak Pemangku Kepentingan Potong Kompas

SATUBMR.BOLMUT- Bupati Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) Drs.Hi.Depri Pontoh membuka sekaligus memimpin pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tingkat Kecamatan tahun 2021.

Musrenbang ini untuk merumuskan Rencana Pembangunan Kecamatan tahun 2022 melalui Video Conference yang bertempat di ruang Rapat Bupati, Kamis 25 Februari 2021.

Dalam kesempatan tersebut Bupati menyampaikan, kegiatan Musrenbang ini sesungguhnya adalah acara yang bersifat tahunan, berkala, boleh disebut rutin. Jangan hanya dianggap pekerjaan yang biasa-biasa saja, sebaliknya gunakan wahana ini untuk bersama-sama merumuskan rencana pembangunan yang dijalankan bersama, agar pembangunan itu betul-betul berhasil.

Baca Juga:   Bupati Bolmut Hadiri Upacara HSN Ke IV Tahun 2019

“Karena disinilah pula ruang untuk saling berinteraksi, saling menyampaikan pandangannya dan saling mendengar, agar solusi yang dipilih, keputusan yang diambil dan kebijakan pembangunan yang ditetapkan benar-benar tepat untuk mengatasi keadaan tahun ini dan tentunya untuk tahun-tahun mendatang,” ujar bupati.

Dirinya juga mengatakan, bahwa Musrenbang kecamatan ini pada intinya adalah menghimpun aspirasi masyarakat sebagai bahan penyusunan rencana kerja pemerintah daerah tahun 2021 yang sebelumnya telah merumuskan program dan kegiatan prioritas kecamatan melalui musrembang desa dan pra-musrembang kecamatan.

“Rumusan ini sangat penting, karena akan memberikan kepastian dan arah kepada pembangunan tahun 2022 yang betul-betul dibutuhkan oleh masyarakat berdasarkan hasil kesepakatan bersama dan bukan berdasarkan keinginan oleh segelintir masyarakat ataupun orang perorang semata,” tandasnya.

Baca Juga:   Penanganan Covid-19 Terbaik, Bolmut Diganjar DID Tambahan 14,9 Miliar

Bupati dua periode ini juga berharap kepada semua yang hadir dalam forum ini, untuk menghargai rumusan yang akan dihasilkan sebentar nanti.

“Setelah rumusan ini ditetapkan, jangan ada lagi pihak-pihak khususnya pemangku kepentingan di Desa dan Kecamatan yang melakukan potong kompas usulan pada saat penyusunan APBD. Karena hal ini dapat mencederai kesepakatan yang telah kita rumuskan bersama,” tegas papa Adit sapaan akrab Bupati.

Basir

Related Articles

Close